MENYELAMI DUNIA DENGAN ILMU HINGGA MENEMBUS AKHERAT TANPA KEBODOHAN

ASSALAMU 'ALAIKUM

"Ahlan wa shalan, yaa akhi wa ukhti. jazakallahu khairan katsiiran (semoga Allah membalas lebih dan banyak) atas silaturrahim kalian ke blog saya yang fakir dan dhaif ini."

Selasa, 06 September 2011

BINTANG SEHANGAT TUBUH MANUSIA

Ditemukan, Bintang Sehangat Tubuh Manusia

Jarak bintang-bintang ini antara 9 sampai 40 tahun cahaya dari Matahari.

(Muhammad Firman)
Dwarf star yang baru ditemukan berada di dekat Matahari. (cosmosmagazine.com)

VIVAnews - Enam benda angkasa serupa bintang dengan temperatur sejuk, sama seperti tubuh manusia berhasil ditemukan setelah para astronom melakukan perburuan selama lebih dari satu dekade terakhir. Bintang-bintang tersebut kemudian disebut dengan Y dwarf.


Saat dilihat menggunakan teleskop biasa, Y dwarf nyaris tidak bisa dilihat. Namun setelah menggunakan teleskop Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA, astronom akhirnya berhasil mendeteksi cahaya redup mereka. Bintang-bintang ini sendiri relatif dekat dengan Matahari.

“WISE memindah seluruh bagian langit untuk menemukan berbagai objek, termasuk bintang seperti ini dan berhasil mendeteksi sinar redup mereka berkat pengelihatan inframerahnya yang sangat sensitif,” kata Jon Morse, Astrophysics Division Director NASA, seperti dikutip dari Cosmos Magazine, 5 September 2011.

Y dwarf, kata Morse, berada di lingkungan sekitar Matahari kita. Jaraknya antara 9 sampai 40 tahun cahaya. Sebagai gambaran, bintang yang paling dekat dengan tata surya kita, yakni Proxima Centauri, jaraknya sekitar 4 tahun cahaya.

Bintang-bintang Y dwarf ini merupakan anggota keluarga brown dwarf yang paling dingin. Seperti diketahui, brown dwarf kadang disebut sebagai bintang gagal. Massa mereka terlalu rendah untuk dapat memantik atom di inti bintang tersebut sehingga tidak bisa membakar api seperti bintang lain, misalnya Matahari kita secara stabil selama miliaran tahun.

Benda-benda ini dingin dan semakin pudar dengan berjalannya waktu sampai suatu saat, cahaya yang mereka pancarkan hanya memiliki panjang gelombang inframerah.

“Menemukan brown dwarf di dekat Matahari kita sama seperti menemukan adanya rumah tersembunyi di lingkungan kita yang tidak kita ketahui sebelumnya,” kata Michael Cushing, anggota tim peneliti WISE dari Jet Propulsion Laboratory, California. “Sangat menarik untuk mengetahui bahwa kita punya tetangga yang belum ditemukan,” ucapnya.

Setelah tim berhasil mendeteksi sejumlah kandidat brown dwarf, mereka akan menggunakan Spitzer Space Telescope yang lebih bertenaga untuk menyaring. Untuk mengonfirmasikan, mereka akan menggunakan teleskop dan spektrometer yang paling bertenaga di Bumi untuk memisahkan cahaya objek dan melihat tanda-tanda molekular dari air, methana, dan kemungkinan amonia yang ada. (umi)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar